Unggahan Terakhir Bani Seventeen sebelum Meninggal Diterjang Tsunami di Banten: Hore Bapakku Pulang
Grup Band Seventeen menjadi korban terjangan tsunami yang melanda Banten dan Lampung Selatan, Sabtu (22/12/2018) malam.
Diketahui, ada dua orang tim Seventeen yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Yakni bassist Seventeen, Bani dan road manajer Oki Wijaya.
Unggahan terakhir Bani Seventeen di Instagram pun turut dibanjiri ucapan duka cita dari netizen hingga sederet artis.
Pada tanggal (11/12/2018), Bani sempat mengunggah kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya.
Terlihat ia berfoto di atas sepeda motor yang terparkir di pinggir sawah.
Anak perempuannya membonceng di depan motor sambil memperlihatkan kegembiaraannya.
Hore bapakku pulang," tulis Bani Seventeen.
Postingan Bani melalui Instagram @baniseventeen itu langsung dibanjiri ucapan duka cita.
Seperti netizen @zulianasution: "Innalillahi wa innalillahi rajiu semoga khusnul khatimah"
"Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," tulis netizen @bangdikdika.
"Ya allah semoga khusnul khatimah," kata netizen @lylabatubara08.
Sementara road menejer Seventeen, Oki Wijaya dalam Instagramnya sudah cukup lama tak mengunggah foto terbaru.
Terakhir, ia mengunggah kedua anak perempuannya pada 29 Juni 2018.
"Obrolan sebelum kembali ke barat.... 1439H," tulis Oki melalui Instagram oki_wijaya.
Diberitakan, Tsunami menerjang pesisir Pantai Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018).
Saat terjadinya bencana, grup band Seventeen diketahui sedang mengisi acara di Tanjung Lesung, Banten.
Turut menjadi korban dalam tsunami tersebut, Ifan selaku vokalis Seventeen menceritakan kronologi dirinya dan teamnya yang menjadi korban.
Dilansir pada tayangan Breaking News, Tv One, Ifan yang melakukan telewicara menceritakan kronologi dirinya bisa selamat dari terjangan tsunami.
Hal itu bermula saat Seventeen mengisi acara sebuah perusahaan dan baru saja menyanyikan lagu kedua saat ombak menerjang.
Saat ombak tsunami merobohkan panggung, Ifan mengatakan dirinya terlempar cukup jauh.
"Jadi saya kelempar cukup jauh, begitu saya nyebrang saya terapung-apung di laut sekitar hampir 2 jam," ujarnya.
"Itu lagu kedua, kita baru main lagu kedua, memang kita enggak tau apa yang terjadi tiba-tiba panggungnya terbalik, tergulung-gulung, nelen air lumpur banyak, kaki di atas kepala di bawah, besi di mana-mana, kepentok sana-kepentok sini, makanya memang banyak yang patah," tambahnya.
Ketika terapung di tengah laut, Ifan mengatakan dirinya sempat menyerah karena tak kunjung menyentuh pinggir pantai.
"Itu juga sudah hampir nyerah, begitu saya sampai di pinggiran yang saya cari keluarga dan teman-teman," tambahnya.
Ifan yang sudah sampai di bibir pantai lalu menemukan jenazah kerabatnya.
"Di pinggir pantai saya ketemu sama jenazahnya Mas Oki dan Mas Bani dalam keadaan terjepit dan ditolong warga," tambahnya.
Vokalis band Seventeen ini juga menegaskan saat itu evakuasi berjalan lambat sehingga banyak korban yang belum tertolong dan masih berada di pinggir pantai.
"Memang evakuasinya berjalan sangat lambat karena katanya banyak jalan terputus, mati lampu, dan hujan deras dan korbannya itu sepanjang jalan, jadi memang lambat sekali," tambahnya.
Setelah berhasil di evakuasi, Ifan lalu mulai menemukan keluarga dan tim dari Seventeen.
Ia langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan.
SUMBER
Diketahui, ada dua orang tim Seventeen yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Yakni bassist Seventeen, Bani dan road manajer Oki Wijaya.
Unggahan terakhir Bani Seventeen di Instagram pun turut dibanjiri ucapan duka cita dari netizen hingga sederet artis.
Pada tanggal (11/12/2018), Bani sempat mengunggah kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya.
Terlihat ia berfoto di atas sepeda motor yang terparkir di pinggir sawah.
Anak perempuannya membonceng di depan motor sambil memperlihatkan kegembiaraannya.
Hore bapakku pulang," tulis Bani Seventeen.
Postingan Bani melalui Instagram @baniseventeen itu langsung dibanjiri ucapan duka cita.
Seperti netizen @zulianasution: "Innalillahi wa innalillahi rajiu semoga khusnul khatimah"
"Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," tulis netizen @bangdikdika.
"Ya allah semoga khusnul khatimah," kata netizen @lylabatubara08.
Sementara road menejer Seventeen, Oki Wijaya dalam Instagramnya sudah cukup lama tak mengunggah foto terbaru.
Terakhir, ia mengunggah kedua anak perempuannya pada 29 Juni 2018.
"Obrolan sebelum kembali ke barat.... 1439H," tulis Oki melalui Instagram oki_wijaya.
Diberitakan, Tsunami menerjang pesisir Pantai Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018).
Saat terjadinya bencana, grup band Seventeen diketahui sedang mengisi acara di Tanjung Lesung, Banten.
Turut menjadi korban dalam tsunami tersebut, Ifan selaku vokalis Seventeen menceritakan kronologi dirinya dan teamnya yang menjadi korban.
Dilansir pada tayangan Breaking News, Tv One, Ifan yang melakukan telewicara menceritakan kronologi dirinya bisa selamat dari terjangan tsunami.
Hal itu bermula saat Seventeen mengisi acara sebuah perusahaan dan baru saja menyanyikan lagu kedua saat ombak menerjang.
Saat ombak tsunami merobohkan panggung, Ifan mengatakan dirinya terlempar cukup jauh.
"Jadi saya kelempar cukup jauh, begitu saya nyebrang saya terapung-apung di laut sekitar hampir 2 jam," ujarnya.
"Itu lagu kedua, kita baru main lagu kedua, memang kita enggak tau apa yang terjadi tiba-tiba panggungnya terbalik, tergulung-gulung, nelen air lumpur banyak, kaki di atas kepala di bawah, besi di mana-mana, kepentok sana-kepentok sini, makanya memang banyak yang patah," tambahnya.
Ketika terapung di tengah laut, Ifan mengatakan dirinya sempat menyerah karena tak kunjung menyentuh pinggir pantai.
"Itu juga sudah hampir nyerah, begitu saya sampai di pinggiran yang saya cari keluarga dan teman-teman," tambahnya.
Ifan yang sudah sampai di bibir pantai lalu menemukan jenazah kerabatnya.
"Di pinggir pantai saya ketemu sama jenazahnya Mas Oki dan Mas Bani dalam keadaan terjepit dan ditolong warga," tambahnya.
Vokalis band Seventeen ini juga menegaskan saat itu evakuasi berjalan lambat sehingga banyak korban yang belum tertolong dan masih berada di pinggir pantai.
"Memang evakuasinya berjalan sangat lambat karena katanya banyak jalan terputus, mati lampu, dan hujan deras dan korbannya itu sepanjang jalan, jadi memang lambat sekali," tambahnya.
Setelah berhasil di evakuasi, Ifan lalu mulai menemukan keluarga dan tim dari Seventeen.
Ia langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan.
SUMBER

Comments
Post a Comment